Learning (GSLC 8 MAY 2014)
1. Apa yang dimaksud supervised learning, unsupervised learning dan reinforcement learning?berikan contoh masing-masing?
–Supervised learning: jawaban benar untuk setiap contoh(example)
Sebuah teknik pembelajaran mesin dengan membuat suatu fungsi dari data latihan. Data latihan terdiri dari pasangan nilai input dan output yang diharapkan dari input yang bersangkutan. Tugas dari Supervised learning adalah untuk memprediksi nilai fungsi untuk nilai semua input yang ada.
Contoh algoritma jaringan saraf tiruan yang mernggunakan metode supervised learning adalah hebbian (hebb rule), perceptron, adaline, boltzman, hapfield, dan backpropagation.
Contoh :
Kita ingin membuat suatu program komputer yang ketika diberi gambar seseorang, dapat menentukan apakah orang dalam gambar tersebut pria atau wanita. Program yang kita buat tersebut adalah yang
disebut sebagai classifier, karena program tersebut berusaha menetapkan kelas (yaitu pria atau wanita) ke sebuah objek (gambar). Tugas supervised learning adalah untuk membangun sebuah classifier dengan memberikan sekumpulan contoh training yang sudah diklasifikasi (pada kasus ini, contohnya adalah gambar yang telah dimasukkan ke kelas yang tepat).
–Unsupervised learning: jawaban benar tidakdiberikan
Teknik ini menggunakan prosedur yang berusaha untuk mencari partisi dari sebuah pola. Unsupervised learning mempelajari bagaimana sebuah sistem dapat belajar untuk merepresentasikan pola input dalam cara yang menggambarkan struktur statistikal dari keseluruhan pola input. Berbeda dari supervised learning, unsupervised learning tidak memiliki target output yang eksplisit atau tidak ada pengklasifikasian input.
Dalam machine learning, teknik unsupervised sangat penting. Hal ini dikarenakan cara bekerjanya mirip dengan cara bekerja otak manusia. Dalam melakukan pembelajaran, tidak ada informasi dari contoh yang tersedia. Oleh karena itu, unsupervised learning menjadi esensial.
Contoh algoritma jaringan saraf tiruan yang menggunakan metode unsupervised ini adalah competitive, hebbian, kohonen, LVQ(Learning Vector Quantization), neocognitron.
Contoh : competitive learning, dimana neuron-neuron salingbersainguntukmenjadipemenang.
–Reinforcement learning: kadang-kadangmenguntungkan
Sub area machine learning yang menitikberatkan kepada cara sebuah agent mengambil aksi di lingkungannya. Di sini agent melakukan maksimalisasi pemikiran tentang reward untuk jangka panjang. RL diinspirasi dari fenomena biologi dan mengelola pengetahuan melalui eksplorasi aktif terhadap lingkungannya. Pada setiap langkah, RL memilih beberapa aksi yang mungkin dilakukan dan menerima reward dari lingkungan atas aksi spesifik yang dilakukannya. Aksi terbaik yang harus dilakukan di beberapa state tidak pernah diketahui sehingga agent harus mencoba beberapa aksi-aksi dan urutan-urutan aksi yang berbeda serta belajar dari pengalamannnya.
Contoh : Pada masalah-masalah terdistribusi.
Ciri-ciri reinforcement learning :
– membutuhkan memori dan komputasi yang medium pada setiap node-nya.
– melakukan mekanisme pemeliharaan beberapa kemungkinan aksi-aksi yang berbeda beserta nilainya.
– memerlukan waktu untuk mencapai konvergen.
– RL mudah diimplementasikan, fleksibel terhadap perubahan topologi, dan mencapai aksi optimum.
– Contoh implementasi algoritma RL adalah Q-Learning, Dual RL, TPOT Reinforcement Learning, dan Collaborative RL.
2. Apa yang dimaksud dengan Learning Decision Tree dan berikan contohnya?
Decision Tree adalah sebuah struktur pohon, dimana setiap node pohon merepresentasikan atribut yang telah diuji, setiap cabang merupakan suatu pembagian hasil uji, dan node daun (leaf) merepresentasikan kelompok kelas tertentu. Level node teratas dari sebuah Decision Tree adalah node akar (root) yang biasanya berupa atribut yang paling memiliki pengaruh terbesar pada suatu kelas tertentu. Pada umumnya Decision Tree melakukan strategi pencarian secara top-down untuk solusinya. Pada proses mengklasifikasi data yang tidak diketahui, nilai atribut akan diuji dengan cara melacak jalur dari node akar (root) sampai node akhir (daun) dan kemudian akan diprediksi kelas yang dimiliki oleh suatu data baru tertentu.
Decision Tree menggunakan algoritma Iterative Dichotomiser 3 atau Induction of Decision “3″ (baca: Tree) yang diperkenalkan dan dikembangkan pertama kali oleh Quinlan.
Algoritma ID3 membentuk pohon keputusan dengan metode divide-and-conquer data secara rekursif dari atas ke bawah.
Strategi pembentukan Decision Tree dengan algoritma ID3 adalah:
• Pohon dimulai sebagai node tunggal (root) yang merepresentasikan semua data.
• Sesudah node root dibentuk, maka data pada node akar akan diukur dengan information gain untuk dipilih atribut mana yang akan dijadikan atribut pembaginya.
• Sebuah cabang dibentuk dari atribut yang dipilih menjadi pembagi dan data akan didistribusikan ke dalam cabang masing-masing.
• Algoritma ini akan terus menggunakan proses yang sama atau bersifat rekursif untuk dapat membentuk sebuah Decision Tree. Ketika sebuah atribut telah dipilih menjadi node pembagi atau cabang, maka atribut tersebut tidak diikutkan lagi dalam penghitungan nilai information gain.
• Proses pembagian rekursif akan berhenti jika salah satu dari kondisi dibawah ini terpenuhi:
1. Semua data dari anak cabang telah termasuk dalam kelas yang sama.
2. Semua atribut telah dipakai, tetapi masih tersisa data dalam kelas yang berbeda. Dalam kasus ini, diambil data yang mewakili kelas yang terbanyak untuk menjadi label kelas pada node daun.
3. Tidak terdapat data pada anak cabang yang baru. Dalam kasus ini, node daun akan dipilih pada cabang sebelumnya dan diambil data yang mewakili kelas terbanyak untuk dijadikan label kelas.
Beberapa contoh pemakaian Decision Tree,yaitu :
• Diagnosa penyakit hipertensi, kanker, stroke.
• Pemilihan produk seperti rumah, kendaraan, komputer.
• Pemilihan pegawai teladan sesuai dengan kriteria tertentu.
• Deteksi gangguan pada computer atau jaringan computer seperti deteksi virus (Trojan dan varians).
This entry was posted on Friday, June 6th, 2014 at 5:16 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
